Tampilkan postingan dengan label Indonesia and International Economy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia and International Economy. Tampilkan semua postingan

Jumat, Oktober 24, 2008

Bangun Rumah Dari KOntainer...????! Aneh bin Nyata..!

Pembaca sekalian...

Pernah ga Liat Rumah Ato bangunan yang dibangun dari bahan KOntainer...?

PAstinya belom pernah...tapi, ada loo...!!Jangan ga percaya, jaman sekarang apa aja bisa dijadiin barang...Mulai dari Kotak makanan yang dijadiin robot ........ (Click here)

En Sekarang.... kontainer yang biasa kita liat di pelabuhan buat angkut ato kirim barang tuh ternyata bisa dijadiin pengganti kayu buat bangun rumah.. Yah.. yang seperti kita ketahui sekarang kayu lagi susah... Banyaknya kasus seperti ilegal loging..?

En... Sekarang ada solusi yang ok banget!! Selain tuh, kontainer kan mudah banget dapetin nya, en juga... Buat bangun rumah yang bertingkat dua, ga perlu ampe sebulan, dah jadi looo!! Busyyeettt..

Ok banget kan....?

Beberapa foto berikut mungkin bisa buat jadi inspirasi kita, mumpung blom ada yang bisnis rumah dari kontainer, ada yang berminat...??? ^^

Illy Coffee Shop adalah salah satu cafe yang dibuat dari kotak kontainer dengan sistim otomatis, hanya dengan menekan tombol maka kopi hangat akan segera tersedia. Alasan pembuatan cafe dengan kotak kontainer ini adalah kemudahannya untuk dipindah-pindah dari satu acara ke acara lainnya.
Rumah indah ini dibuat dari 12 kotak kontainer yang didisain oleh Adam Kalkin yang juga menjadi rumah pertama di Amerika yang menggunakan kotak kontainer.

Trus.. Ini ada kantor yang menggunakan kotak kontainer dengan ukuran sekitar 464 meter persegi di Carolina Utara. Untuk membuat area seluas 30 meter persegi ini tidak sampai sebulan kantor seluas 464 meter persegi ini sudah siap pakai. Di bawah adalah gambar kantor yang sudah jadi dan sama sekali tidak terlihat bahwa bangunan kantor ini menggunakan kotak kontainer.

Nahh.. Ada loo.. hotel yang mengusung pembuatan dari kontainer ini..!!

Adalah Travelodge Hotel yang terletak di London. Travelodge Hotel adalah (mungkin) hotel pertama di dunia yang menggunakan shipping container sebagai bahan dasarnya. Karena menggunakan container ini maka pembangunan hotel ini 25% lebih cepat dibandingkan dengan penggunaan bahan bangunan pada umumnya. Dan bila seandainya harus dibongkarpun, sebagian material (terutama container itu sendiri) dapat digunakan kembali.

Hotel ini terdiri dari 120 kamar yang masing-masing kamar berukuran 5×3 m. Setelah hotel ini selesai, mereka juga akan membuat hotel yang sama dengan jumlah kamar yang lebih banyak yaitu 307 kamar di Heathrow.

Rabu, Oktober 01, 2008

SEMEN dari SAMPAH

Alooo..semuanya... aku punya info yg menarik lagi nehh, sekarang berasal dari negara Sakura, yaitu Jepang..!! wahh...bosan juga, tiap ari ada teknologi baru pasti ga jauh dari negara Jepang dehh.. ^^ Nah, sekarang... Jepang berinisiatif dalam pembuatan Semen dari bahan Sampah pada tahun 2006 kemarin..! Pastinya ga banyak yang tau, dan saya sendiri baru tau sekarang.. Hehe.. Kebayang ga sihh? Yah...sesuai dengan keadaan bumi kita yg menghadapi bahaya global warming, penyebab utama nya yah itu, "Sampah". gimana ga?? sehari, tiap rumah aja sampahnya pasti banyak , ampe menumpuk, baru 1 rumah, belum 1 RT loo.. apalagi kalo 1 daerah, 1 propinsi, 1 negara??!!! Banyak banget kan,,, Nah, kita balek ke topik semula. Jepang adalah sebuah negeri penuh inovasi. Emank sesuai banget dengan bagaimana Jepang menangani masalah sampah. Setelah berhasil membuat sebuah airport berkelas internasional di Kobe yang dibuat diatas lapisan sampah, lalu menerapkan pembuatan pupuk dari sampah di berbagai hotel di jepang, en jepang telah berhasil mengubah sampah menjadi produk semen yang kemudian dinamakan dengan ekosemen. Wahh..hebat banget kann..!

Ekosemen

Diawali penelitian di tahun 1992, dengan dibiayai oleh Development Bank of Japan, para peneliti Jepang telah meneliti kemungkinan abu hasil pembakaran sampah, endapan air kotor dijadikan sebagai bahan semen. Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa abu hasil pembakaran sampah mengandung unsur yg sama dg bahan dasar semen pada umumnya. Pada tahun 1998, setelah melalui proses uji kelayakan akhirnya pabrik pertama didunia yang mengubah sampah menjadi semen didirikan di Chiba. Pabrik tersebut mampu menghasilkan ekosemen 110.000 ton per tahunnya. Sedangkan sampah yang diubah menjadi abu yang kemudian diolah menjadi semen mencapai 62.000 ton per tahun, endapan air kotor dan residu pembakaran yang diolah mencapai 28.000 ton per tahun. Hingga saat ini sudah dua pabrik di Jepang yang memproduksi ekosemen.

Kualitas ekosemen

Berdasarkan hasil pengujian JSA (Japan Standar Association) dinyatakan bahwa ekosemen mempunyai kualitas yang sama baiknya dengan semen biasa. Sehingga, hingga saat ini penggunaan ekosemen sudah digunakan dalam pembangunan jembatan, jalan, rumah, dan bangunan lainnya di Jepang.Dengan adanya pengubahan sampah menjadi semen, menambah alternatif pengolahan sampah menjadi barang bermanfaat bagi manusia yang telah membuangnya. Selain itu dengan adanya alternatif pengolahan sampah menjadi semen, biaya pengolahan sampah di Jepang menjadi lebih murah. Bila sebelumnya 40.000 yen per ton (pengolahan sampah konvensional) menjadi 39.000 yen per ton (pengolahan sampah hingga menjadi semen). Selain itu, lebih menguntungkan banget kan. Soalnya.. Setelah diolah menjadi semen, lalu bisa dijual lagi loo! Jadi, sekali mendayung 2 pulau terlewati dehh.. ^^

Peluang di Indonesia

Trus gimana dengan peluang pembuatan ekosemen ini di Indonesia ??

Indonesia belum bisa lepas dari masalah sampah. Mulai dari penolakan warga masyarakat sekitar TPA akibat kepulan asap dan bau yang ditimbulkan oleh pengolahan sampah saat ini hingga kejadian yang tidak pernah dilupakan, tragedi leuwih gajah yang merenggut 24 nyawa tak bersalah.Sudah banyak upaya yang dilakukan, termasuk dengan mengubahnya menjadi sumber energi (metan) namun akibat kurangnya prospek dari segi ekonomi, akhirnya perkembangannya masih jalan ditempat. Berhasilnya Jepang, mengolah sampah menjadi semen, tentu menjadi peluang sangat besar untuk dikembangkan di Indonesia. Di Jakarta saja sampah yang dihasilkan oleh warganya mencapai 6000 ton lebih per hari.Gila! Banyak banget kan, cuma Jakarta doank looo...

Selain itu secara prinsip, pembuatan ekosemen hampir sama dengan pembuatan semen biasa, sehingga jika bisa dilakukan kerja sama dengan pihak industri semen, maka akan jadi kerjasama yang menguntungkan baik pihak pemerintah maupun pihak industri. Dari pihak pemerintah penanganan sampah bisa sedikit teratasi dan dari pihak industri mampu mengurangi penggunaan limestone (26 %).Namun yang terpenting adalah kemauan pemerintah, khususnya pemerintah kota/daerah, untuk mengelola sampah dengan baik dan memulai untuk mencoba memisahkan sampah antara sampah organik, anorganik, botol dan kaleng menjadi kebudayaan bangsa Indonesia secara luas. Sehingga peluang pemanfaatan sampah menjadi semen atau produk yang lain bisa oleh pihak industri bisa lebih ekonomis.

Gimana ? Apakah kita semua bisa memulai dari paling dasar dan utama dengan membuang sampah pada tempatnya? Kemudian, dengan memisahkan jenis sampah, dari sampah organik, anorganik, botol dan kaleng.. Semoga, di kemudian hari Indonesia akan menjadi negara maju yang tidak kalah dengan Jepang.

Cia Yo, Indonesia!

Jumat, September 12, 2008

Pabrik Tahu Berformalin dengan Omzet Rp1,2 Miliar Digerebek

JAKARTA--MI:(10/09) Pabrik tahu berformalin dengan omzet Rp1,2 miliar per bulan digrebek oleh Polda Metro Jaya. Sebanyak satu truk kosmetik mengandung mercuri tinggi yang memicu kanker juga disita. Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Arman Depari membenarkan pihaknya menangkap pemilik pabrik tahu yang membuat makanan itu dengan formalin dan bahan brbahaya. Omzet pabrik tersebut mencapai Rp1,2 miliar lebih per bulan.

"Dari pembukuannya, ia (pemilik pabrik) meraup omzet Rp1,2 miliar per bulan atau Rp40 juta per hari. Sedangkan pabrik yang satunya beromzet Rp720 juta per bulan, atau Rp24 juta per hari," kata Arman. Menurutnya, dua pabrik yang terletak di Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, dan di Cipinang Muara III, Jakarta Timur, itu masing-masing menggunakan 3 hingga 4 ton kedelai per hari.

Kedia pabrik dikelola sekaligus dimiliki oleh enam pengusaha, yaitu Wardi, Mundofar, Siman, Sutarno, Jecky Mulyawan, dan Tukino. Tersangka Jecky, katanya, ditangkap di pabriknya di Cipinang Muara. Sedangkan lima tersangka lainnya ditangkap di pabrik tahu di Jalan Mampang Prapatan. Dari lokasi di Mampang Prapatan disita 25 liter formalin yang dikemas dalam lima jerigen. Sedangkan dari Jalan Cipinang Muara disita 50 liter formalin, alat memproduksi tahu berformalin dan tiga mesin pembuat tahu.

Berdasarkan pengakuan tersangka Jecky, kata Arman, tahu itu dibuat tanpa formalin dan dijual ke pasar. Kalau tahu tidak laku, akan dibawa kembali ke pabrik dan direndam dengan formalin. setelah itu, baru dijual kembali ke pasaran.

Sementara itu, satu truk berbagai jenis kosmetika seharga ratusan juta rupiah juga disita dan pemiliknya ditangkap. "Karena kosmetik itu mengandung mercuri yang tinggi dan memicu penyakit kanker," ujar Kasat Obat Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Krisno Siregar. (San/OL-01)

Kamis, September 04, 2008

Industri Pakaian Muslim Kebanjiran Pesanan

Wah... Sekarang warga muslim sedang melaksanakan ibadah puasa selama 1 bulan yang kemudian akan merayakan Hari Raya Idul Fitri !
Untuk yang melaksanakan ibadah puasa saya ucapkan
"Selamat Menunaikan Ibadah Puasa"
SLAWI -
Memasuki bulan Ramadhan, perajin pakaian muslim di Desa Tembok Banjaran, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, kebanjiran pesanan. Selain dari Tegal dan sekitarnya, permintaan pakaian muslim juga berasal dari Cirebon, Jakarta, dan sebagian wilayah di Sumatera. Mujahidin (45), perajin pakaian muslim anak-anak, Rabu (3/9), mengatakan, kenaikan permintaan pakaian mencapai 200 persen, bila dibandingkan dengan hari-hari biasa (bukan menjelang lebaran). Hal itu terjadi sejak pertengahan Agustus lalu. Pada hari-hari biasa, ia hanya mampu menjual 15 kodi pakaian muslim anak-anak per minggu, sedangkan saat ini mencapai 50 kodi per minggu." Pakaian produksinya dijual ke Cirebon, sebagian wilayah Sumatera, dan Tegal. Terbanyak ke Tegal Gubuk Cirebon," ujarnya. Menurut dia, kenaikan permintaan pakaian muslim terjadi setiap tahun. Sejumlah perajin mengantisipasi hal itu dengan memperbanyak persediaan pakaian, sejak beberapa bulan sebelumnya. Ia mulai menambah persediaan pakaian muslim anak-anak sejak dua bulan lalu, dengan menambah dua tenaga kerja dari tujuh menjadi sembilan orang. Hal itu juga dilakukan perajin pakaian lainnya, yang jumlahnya mencapai lebih dari 50 orang. "Pengennya menambah tenaga lagi, tetapi sulit mencari orangnya," katanya. Meskipun demikian hingga saat ini, ia masih terkendala pemadaman listrik dalam berproduksi. Untuk menggantikan aliran listrik, ia terpaksa menggunakan genset dengan kebutuhan bensin dua liter per jam. "Repot kalau ada gangguan listrik, hari ini ada pemadaman lagi," ujar Mujahidin. Seiring meningkatnya permintaan pakaian muslim, harga juga naik. Sebelumnya, harga pakaian muslim anak-anak sekitar Rp 280.000 per kodi, saat ini mencapai Rp 320.000 per kodi.